Poetoe

Cinta pada pandangan pertama

Poetoechikals.comAssalamualaikum Wr. Wb.
para pembaca yang budiman di mana pun Anda berada saat ini, terima kasih banyak saya ucapkan atas kesediaan Anda meluangkan waktunya untuk berkunjung ke situs ini, situs yang seharusnya memberikan ulasan tentang segala informasi dari suatu kegiatan serta perkembangan produk-produk terbaru dari generasi penerus para pengrajin Gamelan Mini (saron) Kening, namun dalam kesempatan kali ini poetoechikals.com akan berbagi sebuah cerita yang di ambil dari kisah pengalaman dari perjalanan cinta seorang sahabat, yang menurut saya patut untuk di jadikan pembelajaran atau cerminan di dalam perjalanan hidup.

Namun para pembaca yang Budiman di mana pun Anda berada saat ini, demi menjaga privasi dari pada sahabat tersebut nama beserta tempat kejadian kami samrkan, dan berikut adalah kisah tersebut dengan saya beri judul di tiap bagian-bagian kisahnya tersebut.

Cerita Cinta Remaja – Bagian 01

Sabtu 08 Oktober 2008 tepatnya di daerah langkap Jawa tengah, sepasang muda-mudi yang sebelumnya telah membuat janji untuk bertemu, akhirnya mereka pun bertemu di tempat tersebut, muda-mudi tersebut adalah Vino dan Rahma.

Vino adalah seorang pemuda yang sederhana, dia adalah seorang pemuda yang pandai bergaul dan juga periang, Vino termasuk juga pemuda yang baik hati karena suka membantu terhadap sesama atau tanpa pandangan bulu, dan vino juga termasuk pemuda yang tak pernah pilih-pilih dalam berteman atau bergaul, baik pria atau wanita mereka senang berteman dengan Vino, dan mungkin saking baiknya sifat dan sikapnya hingga terkadang vino pun sering di manfaatkan oleh teman-temannya, dan vino sendiri adalah seorang pemuda yang berasal dari daerah kota C dan Umur dari pada Vino saat itu adalah genap 22 tahun, sedangkan Rahma adalah seorang gadis muda yang juga sederhana, dan saat itu umur dari pada Rahma adalah genap 19 tahun, Rahma adalah seorang gadis yang berasal dari daerah kota B, dan Rahma bisa di bilang seorang gadis yang sedikit tak punya pendirian sehingga sewaktu-waktu sikap dan sifatnya bisa berubah dan juga bisa terbawa arus, tergantung kepada siapa saja yang menuntunnya, teman-teman Rahma juga banyak, namun dari sikap dan sifatnya yang tidak mau kalah, sehingga hanya orang atau teman tertentu yang dapat menjadi teman dekatnya. terkadang Rahma juga selalu bingung dalam mengambil keputusan hingga terkadang Rahma sering merasakan kekecewaan akibat dari kesalahannya dalam mengambil suatu keputusan.
****
Lanjutkan...
Berawal dari sebuah panggilan tak terjawab dari handphone genggam milik Vino, yang pada saat itu vino sendiri bekerja dan baru saja di angkat oleh atasanya sebagai marketing di sebuah PT Distributor Sperpart komputer di salah satu ibukota Jakarta dan kebetulan pada waktu itu vino telah selesai berkeliling dari toko ke toko yang ada di sebuah mall di Jakarta, untuk membagi-bagikan  kartu nama dan sedikit informasi tentang kelebihan dari produk yang di tawarkan ke setiap toko-toko sperpart komputer, ke semua toko-toko yang ada di area Mall tersebut, seiring setelah selesai membagikan semua kartu namanya dan sedikit bercakap dengan pemilik toko tersebut, vino melanjutkan dan meninggalkan Mall tersebut... Saat berkendara dengan sepeda motor inventaris dari kantornya, terasa ada getaran dalam saku celana yang menandakan bahwa handphone genggamnya telah berdering, karena tanggung bahwa vino sedang mengendarai kendaraan bermotor, akhirnya panggilan  tersebut pun tak di hiraukan oleh vino, hingga panggilan tersebut pun menjadi panggilan tak terjawab, namun di lain waktu saat vino telah sampai ke kantor dimana tempat dia bekerja, vino panggilan tak terjawab yang memang panggilan tersebut adalah no baru itu pun akhirnya kemudian di telepon balik oleh vino, karena pada waktu itu dalam pikiran vino siapa tau panggilan tak terjawab tersebut dari salah satu toko yang mungkin sebelumnya telah vino tinggalkan nomor kontak dirinya, dan pada saat vino menelpon balik nomor tersebut...

Vino : Halo selamat sore, maaf nomor ini tadi masuk ke daftar panggilan tak terjawab di handphone saya...
Kalau saya boleh tahu, ini dengan siapa dan apakah ada yang bisa saya bantu...

Begitulah vino berkata sesaat setelah panggilan telepon seluler nya di jawab, dan terdengar di ujung telepon sana pun menjawab sapaan dan juga pertanyaan vino tersebut.

Rahma : Oh iya maaf mas... Tadi salah pencet nomor, jadi salah sambung...

Begitulah suara perempuan itu menjawab panggilan telepon dan sapaan dari vino yang kemudian menutup teleponnya tanpa permisi... Dan ternyata di ujung telepon yang tadi menjawab tiada lain adalah seorang perempuan.

Tapi dalam benak vino tak menghiraukan itu siapa, vino hanya menghela nafas sambil berkata, dasar perempuan aneh... siapa yang telepon siapa juga yang menutup teleponnya, hemm...
Setelah itu vino melanjutkan kembali aktivitasnya untuk melanjutkan pekerjaannya, yaitu memberikan laporan atas perkembangan yang di dapat di hari tersebut kepada atasannya.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada hari Sabtu malam sekitar pukul 18:30 Wibb, Nomor tersebut kembali menelpon nomor handphone Vino, dan pada saat Vino akan menjawab panggilan tersebut, panggilan tersebut pun malam mati, dan menjadi panggilan tak terjawab, akhirnya tanpa pikir panjang Vino pun langsung menelpon balik nomor tersebut, dan perempuan di ujung telepon sana pun menjawab panggilan yang di lakukan oleh Vino tersebut terhadap nomor si perempuan tersebut.

Vino : Maaf... ini dengan siapa yah kalau saya boleh tau, dan apakah sebelumnya saya pernah mengenal Anda ?!!...
Rahma : Saya yang minta maaf ya mas... sebelumnya memang kita belum saling mengenal, hanya saja saya mendapatkan nomor handphone mas dari temen mas di kampung Kakek mas yang ada di daerah kota B...
Vino : Ohh gitu mba... kalo boleh saya tau, siapa ya temen tersebut, maaf karena saya memang punya banyak temen di kampung Kakek saya tersebut mba...
Rahma : Namanya Yani mas... waktu itu saya sedang main di rumah Yani, dan saat itu saya memang meminta nomor temen-temennya yang bisa di ajak untuk curhat, namun yang temen saya berikan nomor mas...
Vino : Ohh Yani... iya saya mengenalnya, dia memang temen sekaligus tetangga dekat rumah Kakek saya mba...
Terus tujuan dari pada mba sendiri apa nih telah menghubungi saya berkali-kali...
Rahma : maaf sebelumnya mas... kalau boleh saya jujur, bolehkah saya berkenalan...
Vino : Ohh... Boleh-boleh saja ko mba... kalau begitu perkenalan saya Vino mba, dan kalo boleh saya tau saya berbicara dengan mba siapa ?!!...
Rahma : Saya Rahma mas... terima kasih ya mas Vino sudah mau berkenalan dengan saya...
Vino : iya mba Rahma sama-sama, terima kasih juga...
Rahma : Jangan panggil saya mba dong mas, panggil saya Rahma aja...
Vino : Oke Mba Rahma...hehehe...
Rahma : hemmm...

Begitulah awal mula perkenalan sepasang muda-mudi tersebut, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu karena yang menurut mereka, bahwa mereka sudah saling mengenal satu sama lain...



Dan hari demi hari pun terus berjalan silih berganti, hingga seiring berjalannya waktu yang telah di laluinya tak terasa memang perkenalan dari sepasang muda-mudi tersebut telah genap 1 bulan...
Hinga terucap dari salah satu muda-mudi sebuah keinginan yang saat itu juga di sampaikannya langsung melalui percakapan saat sedang menelpon.

Rahma : Mas kita kan sudah genap 1 bulan berkenalan, dan mengobrol melalui telepon, jujur saya ingin bertemu langsung dan mengobrol langsung dengan mas...
Vino : Jagan ah... nanti kalau ketemu dan tau bagaimana wujud asliku kamu malah menjauhi aku, ucapnya dengan tujuan mencandainya...
Rahma : kok begitu mas... Ohh saya tau, sebaliknya kali mas yang takut ketemu sama aku, karena setelah ketemu aku, aku tak seperti apa yang mas pikirkan... iya kan...
Vino : haha... ko jadi sebaliknya sih... gak seperti itu kali... yang jelas untuk saat ini, aku belum punya waktu liburan, tapi insya Allah lebaran besok aku libur dan berencana mau nengok Kakek juga, kalau memang kamu ada waktu ya nanti kita sekalian ketemuan gimana ?!!...
Rahma : Ohh, oke mas tak tunggu kabar baiknya nih mas yah...
Vino : Eunggih ndoro... hehe... Doain saja yah...

Dan dengan seiring berjalannya waktu, yang memang pada kenyataannya bahwa memang di dalam hati mereka, sudah sangat tidak sabar kapan tiba waktu tersebut untuk mereka bisa bertemu dan mengenal lebih jauh lagi... dan waktu itu pun kini tiba, waktu yang memang telah mereka nanti-nantikan... dimana mereka berjanji untuk bertemu.
Tepatnya hari Minggu pukul 9:30 Wibb pada tanggal 08 Oktober 2008, yang bertempat di langkap yaitu di daerah kota B, akhirnya mereka pun saling bertemu, dan pada awal pertemuan mereka pertama kali, terlihat jelas di wajah mereka antara senang dan juga malu-malu, namun sebagai laki-laki Vino langsung membuka percakapan agar semua suasana kembali mencair seperti memang yang mereka lakukan saat sebelum mereka bertemu, atau pada saat mereka mengobrol di telepon...

Vino : hai... saya inilah yang namanya Vino, kamu yang namanya Rahma kan ?!!...
Rahma : Ohh iya mas, saya Rahma... dengan malu-malu Rahma pun menjawabnya...
Vino : udahlah gak usah malu-malu lagi, apalagi sekarang ini kita kan sudah ketemu, dan juga sudah tau masing-masing Diri Kita...
Rahma : iya mas maaf...

Dan lama mereka berbasa-basi akhirnya suasana pun kembali normal, dan mereka pun terlihat asyik mengobrol dan juga sambil ngemil di salah satu warung jajanan yang ada di tempat tersebut.

Dan lama mereka mengobrol dengan asyiknya, hingga tiba saatnya mereka untuk kembali berpisah, dan akhirnya setelah waktu mengharuskan mereka untuk kembali berpisah, mereka berdua akhirnya saling berpamitan dan kembali ke rumah masing-masing...

Esoknya saat vino dalam perjalanan ke ibukota, terdengar bunyi handphonenya menandakan ada pesan masuk, namun Vino tak menghiraukannya karena pada saat itu Vino sedang berkendaraan sepeda motor menuju ibukota.... namun sesampainya di ibukota si mana tempat Vino bekerja, Vino pun langsung melihat isi pesan yang tadi masuk dalam pesan masuknya, dan pesan masuk tersebut ternyata dari Rahma, yang ternyata isi pesan tersebut adalah : Mas gmn setelah ketemu sama aku ?!!...
Jujur mas, kalau aku sih setelah ketemu sama mas, aku suka sama mas...
Vino pun hanya tersenyum setelah membaca pesan tersebut, namun tak segera membalas pesan tersebut, karena merasa masih capek setelah melakukan perjalanannya tadi, dan ingin segera istirahat... dan mungkin saking capeknya Vino pun sampai tertidur dengan sangat pulas...
Namun di samping itu, Rahma yang menunggu pesannya belum terbalas, bingung dan heran, kenapa pesannya tersebut belum mendapatkan balasan dari vino...

Bersambung...

Bagian 02 : Perjuangan Dan Pengorbanan Cinta Rahma

Saron

Gamelan

Mini

Saron